Tuesday, 22 October 2019

[PUISI]



KACAMATA KUDA

Waktu itu celetuk Bapak:
"Nak, masih ingat teman masa kecilmu?
Sekarang ia mengabdi untuk negara.
"

Tak terasa cemas apalagi panas,
senyum simpul jadi senjata yang pas.
Padahal, sebenarnya dalam hati aku pilu.
Namun, aku tetiba teringat andong dengan kudanya.
Tak lihat kiri dan kanan, cukup menatap lurus
akibat kacamata kuda yang ia kenakan.

(Temanggung, 2019)

No comments:

Post a comment

Iklan