Saturday, 22 September 2018

JANGAN REMEHKAN KEKUATAN KATA-KATA

       
Sumber gambar: Photos8.com

       Belakangan ini saya sangat geram dengan tingkah para warganet yang sering sekali berkomentar dengan menggunakan kata-kata kasar. Banyak dari mereka yang tidak perduli dengan apa yang telah mereka tulis. Mereka tidak memikirkan dampak psikologis yang mungkin terjadi terhadap orang yang telah mereka caci habis-habisan di sosial media. Hal tersebut tentu dapat kita kategorikan sebagai perundungan verbal melalui media daring atau lebih kita kenal dengan istilah cyberbullying. Berdalih bahwa semua orang bebas berpendapat menjadi alasan yang saya rasa kurang etis jika kebebasan berpendapat itu digunakan hanya untuk mencaci orang lain dengan kata-kata yang kurang pantas. Adapula yang berdalih mengkritisi namun tidak faham makna dan etika dari kritik itu sendiri seperti apa. Tak hanya para politisi yang biasanya kena “semprotan” maut para warganet, terkadang para artis, bahkan anak-anak sekalipun tak luput dari ulah oknum warganet bandel ini. 
       Masih ingatkah dengan fenomena Bowo Alpenlibe yang sempat viral beritanya karena banyak digilai para ABG muda belia berkat aksinya di aplikasi Tik Tok? Bagi sebagian warganet, hal tersebut dianggap sangat berlebihan sehingga banyak yang menghujat Bowo habis-habisan, baik di youtube maupun di media sosial lain. Bahkan hal tersebut akhirnya menjadi sesuatu yang sangat keterlaluan menurut saya, karena akhirnya malah berujung kepada kebencian yang menyerang pribadi Bowo serta orang-orang terdekatnya. Tak ayal Bowo yang masih duduk di bangku SMP itupun sempat terpukul dan berhenti Sekolah. Lihat dampaknya? Padahal hanya kata-kata, tapi bisa mempengaruhi mental seseorang sedemikian besarnya. Sebenarnya apasih yang kita takutkan dari sepenggal kata-kata atau kalimat? Apakah bisa membunuh kita? Mungkin secara logika, jawabannya tidak, tapi jika kita tinjau secara psikologi dan linguistik, tentu sebuah kata-kata memiliki makna bukan? Makna tersebut yang dapat di proses oleh indera kita untuk kemudian diterjemahkan kedalam pikiran yang pada akhirnya membentuk sebuah perasaan lalu berujung pada tindakan. 
       Kata-kata mungkin tidak dapat membunuh kita, tetapi bisa jadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi kita secara mental. Misal, ada seorang siswa yang sangat sulit memahami konsep dasar operasi perkalian Matematika. Suatu hari dia diperintahkan oleh gurunya mengerjakan soal Matematika di depan kelas, lalu si siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan soal tersebut dengan benar. Kemudian Guru tersebut marah dan mengucapkan kalimat “Dasar Bodoh, perkalian gampang kayak gini aja nggak bisa! Mati Saja Sana!.” Apakah yang akan terjadi dengan mental siswa tersebut? Jika beruntung, mungkin dia akan menganggap perkataan sang Guru sebagai cambuk buat dia agar dia berusaha lebih keras belajar matematika. Namun jika tidak, mungkin saja anak tersebut bisa bunuh diri karena merasa dirinya bodoh, dan hidupnya tidak berguna karena tidak bisa mengerjakan soal yang mudah sekalipun. Jikapun tidak, kalimat atau kata-kata yang terlontar dari guru tersebut akan selalu membekas dalam diri si anak, mungkin hingga dewasa nanti.
       Saya jadi ingat celotehan Agung Hapsah dalam salah satu videonya yang membahas tentang youtubers anak-anak. Dalam video tersebut dibahas bahwasannya banyak youtubers anak-anak yang mendapatkan kritikan keras dari para penonton youtube, karena dianggap kontennya tidak berkualitas atau kurang menarik dan terkesan memaksakan. Banyak dari mereka yang memberikan komentar negatif, bahkan ada yang memberikan komentar jorok dan tidak pantas diucapkan. Salah satu perkataan dari warganet tersebut yang diberi underlined oleh Agung Hapsah yakni “Berhentilah menjadi youtuber!”, mungkin nampak biasa saja, tapi apakah anak-anak yang mentalnya masih belum stabil tersebut dapat menerimanya? Ketika mereka menyalurkan renjana mereka sebagai seorang youtuber bahkan ada yang bercita-cita menjadi yotuber dipaksa untuk berhenti begitu saja karena dianggap kurang layak jadi youtuber dapat menerima begitu saja dengan lapang dada? Padahal hal tersebut yang selama ini mereka cita-citakan. Hal inilah yang dinilai oleh Agung Hapsah sebagai hal yang sangat berbeda ketika dia masih tinggal di Australia. Di Australia, lingkungannya sangat mendukung dia untuk berkarya. 
       Bahkan ketika dia membuat video jelek sekalipun, para sahabat dan lingkungannya mengatakan bahwa “...teruslah berkarya, kamu bisa menjadi apapun yang kamu mau jika kamu bekerja keras.” Lihat! Perbedaannya sangat jauh, kata-katanya sangat memotivasi dan membuat Agung Hapsah akhirnya menjadi youtuber terkenal dengan konten-konten yang menarik berkat kerja keras, usaha dan dukungan dari para sahabat, orang tua serta lingkungannya. Hal inilah yang mungkin sangat sulit kita dapatkan di Indonesia. Banyak orang merasa pintar, bukan pintar merasa. Banyak yang tidak menyadari bahwasannya kata-kata positif itu diperlukan untuk membentuk mental seseorang agar terus merasa positif, memunculkan rasa percaya diri dan optimistik. Bukankah menyebarkan hal positif di sekitar kita juga akan merubah lingkungan kita menjadi positif juga? Masih ingat pepatah lama yang mengatakan bahwa “jika kita bergaul dengan tukang minyak wangi, maka kita juga akan terkena wanginya”, atau “ucapan itu adalah doa!”, dan “mulutmu adalah harimau mu!”? Bukankah seorang penyair dapat membawa pesan cinta, perdamaian atau bahkan kebencian hanya dengan selembar kertas bertuliskan bait-bait puisi yang ia tulis?.. 
       Robert E. Millward (2007) dalam artikel nya yang berjudul “Leaders Understand The Power Of Words” mengatakan bahwasannya kata-kata dan kalimat memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat, membebaskan pikiran, dan mewujudkan ide yang inovatif. Mohammed Qahtani pernah membahas hal ini dalam kompetisi toastmasters international dengan tema “The Power Of Words”, beliau mengatakan bahwasannya “...words, when said and articulated in the right way, can change someone's mind. You have the power to bring someone from the slumps of life and make a successful person out of them or destroy someone's happines using only your words. A simple choice of words can make a difference between someone accepting or denying your message.” Ketika kata-kata dikatakan dengan artikulasi dan cara yang tepat, maka dapat merubah pemikiran seseorang. Bahkan dengan melakukan hal tersebut kita memiliki kekuatan untuk membantu seseorang yang sedang terpuruk dalam hidupnya untuk kemudian bangkit dan keluar dari keterpurukan tersebut, atau kita dapat merusak kebahagiaan seseorang hanya dengan kata-kata. Sebuah kata-kata sederhana dapat membuat suatu perbedaan apakah seseorang akan menyetujui apa yang kita katakan maupun tidak mengindahkan pesan yang ingin disampaikan melalui kata-kata tersebut.
       Betapa pentingnya memilih kata-kata atau kalimat yang tepat dalam komunikasi sosial. Seberapa seringkah guru memuji muridnya atau memberikan kata-kata motivasi kepada muridnya yang sedang kesulitan mencerna pelajaran? Seberapa seringkah para orang tua memberikan kalimat positif kepada anaknya untuk mengembangkan sikap optimis dalam diri si anak? Seberapa seringkah kita mengucapkan “wah, kamu hebat!”, “tidak usah sedih, masih ada hari esok!”, “jangan menyerah, seharusnya kamu bisa melakukan yang lebih daripada ini!”, “wow, sebuah karya yang hebat, tapi alangkah akan lebih hebatnya jika kamu menambahkan sedikit ini......”, “kamu luar biasa!”, “jawaban yang bagus! Tapi ada sedikit yang kurang, biar saya tambahkan...” dan lain sebagainya? Seharusnya kita belajar menahan diri untuk tidak berkata kasar atau mencaci orang lain yang tidak kita suka. Sebarkan kata-kata semangat dan motivasi kepada semua orang agar hidup kita juga menjadi positif. Mari kita bangun budaya tersebut dari sekarang, stop perundungan secara verbal di media sosial! dan stop perundungan verbal kepada anak-anak!

Friday, 13 July 2018

NOVEL "SALAH JURUSAN" Bag. IV


Hallo sahabat whoopys, kali ini mimin upload lagi lanjutan novel salah jurusan bagian IV. Kali ini kisah apa lagi yang terjadi pada Indra ya? apakah Indra kembali bertemu dengan Hestia dan mengungkapkan perasaannya? hmmm... langsung baca aja ceritanya ya :D


IV
TUMBUH

Hilang Tumbuh, Kering Lumpuh

          Lara bersimpuh bagai tersambar guruh
          tanda langit menangis dan meringis
          hitam awan, hitam tanah, hitam raga dan hati gundah
          menyelimuti si tuan yang mencoba ramah

          semai benih di atas raga penuh pesona
          tumbuh dan merekah si bunga yang bak surganya dunia
          dahulu, itu adalah pertanda bahwa dia yang sempurna
          tapi, yang jasmani tak tentu kuasa, hilang diterjang arang
          lumpuh dan kering, abadi hanya cerita belaka......

***

          Berawal dari mata, indahnya senyuman, mengapa harus resah...berawal tatap mata...hangatnya sapamu, mengapa jadi gundah... tak kusangka kita sama... tlah menyimpan getar cinta...cinta... biar cinta gelora di dada, biar cinta memadukan kita........ ♪ ♪ ♪  “woi dra!” sapa Cinta teman kelasku yang menepuk pundakku dengan keras. “aduhhh, apaan sih Cinta? ngagetin aja!”, “udah nemu buku sumber buat tugas kelompok kita nanti? malah dengerin musik aja, sini coba aku mau dengerin” Cinta meraih salah satu ear phone ku. “walah, lagu jaman kapan ini? lagu apasih ini? kayaknya aku pernah denger dra.”, “itu lagu kahitna Cinta.. udah ahh sini balikin ear phone ku, aku udah nemu nih bukunya, bentar lagi kita ke kelas, nanti Pak Hasto marah, kita kan Cuma dikasih waktu setengah jam di perpus buat cari buku sumber.”, “idihh, lagi kasmaran ya kau dra? he.. cieee...”, “kau juga lagi kasmaran sama Limbad kan? kemarin aku liat kau jalan-jalan sama limbad.”, “ishh, kata siapa? perasaan nggak ada yang tahu kalo aku kemarin jalan-jalan sama Limbad.”, “udah ahh, ayo ke kelas....”, “iya dra, tunggu bentar... ishhhh...” aku dan Cinta pun bergegas untuk pergi ke kelas.
          Selepas mata kuliah pak Hasto selesai, Ivan dan Cinta menghampiriku untuk mengajakku makan bareng di salah satu kedai bakso tempat favorit Cinta. “eh dra, aku sama Ivan mau makan bakso nih, mau ikut nggak?”, “hmmm.. boleh lah, kebetulan aku lagi pengen bakso juga nih, emang mau makan bakso dimana?”, “di tempat langganan aku, bakso nya dijamin enak pokoknya dra.”, “dmana Cin tempatnya?”, “ada di Cipanas, yuk kesana, Cuma 30 menit dari sini dra.”, “halah.. jauh amat Cinta? tapi, yaudah deh.. ayo kesana.” Aku, Cinta dan Ivan pun pergi ke kedai bakso langganan Cinta dengan berkendara menggunakan sepeda motor. Ivan menggunakan motor sendiri, sedangkan aku harus membonceng Cinta yang bikin aku risih. Setiap kali membonceng Cinta, pasti cengkraman tangannya sangat erat seperti ular phyton yang melilit tubuh. Dan setiap kali aku berkendara agak kencang, helm ku pasti di geplak Cinta dengan keras. Parah banget ni cewek, kasian yang jadi pacarnya, mungkin tersiksa batin.
          Setiba di kedai bakso langganan Cinta, ternyata tempatnya lumayan ramai, antriannya pun agak panjang, terpaksa kita harus bersabar untuk memesan. Setelah menunggu lama, akhirnya pesanan bakso yang kami tunggu-tunggu sampai, seharga 10 rbu, bisa dapet bakso urat ukuran jumbo kayak gini, rasanya enak, dan baksonya juga empuk banget, nggak salah kalo tempatnya rame. Udah harganya murah meriah muntah, baksonya enak pula. Ketika aku sedang menikmati bakso dibarengi dengan senda gurau bersama Ivan dan Cinta, tiba-tiba aku melihat geng Hestia, yang sedang mengantri untuk memesan bakso. Entah kenapa, setiap kali aku nongkrong, ni orang ada aja, pertanda jodoh atau emang kota ku ini sempit ya?
          Tak lama setelah aku menatap geng Hestia, Hestia pun seketika itu tak sengaja menoleh ke arah ku dan dengan wajah sumringah nya, dia menyapaku dan menghampiriku. Melihat Hestia pergi dari antrian, Windy pun sadar bahwa ternyata aku ada di kedai bakso, dan dengan suara keras nya, lagi-lagi dia memanggil namaku di tengah keramaian pelanggan yang sedang menikmati bakso. “Indraaaa.... kok ada disini?”, setelah itu Puji pun ikut menyapaku dengan kalem, dengan suara yang agak sedikit serak, mungkin dia sedang terkena flu burung atau semacamnya. Karena dia terlihat menggunakan masker saat itu. Cinta dan Ivan pun agak sedikit kebingungan, karena sebelumnya mereka tidak mengenal mereka. Wajarlah, ketika OSPEK, tidak ada yang begitu dekat dengan Puji, Windy, dan Hestia, karena tidak sekelompok waktu itu. 
          Berhubung tidak ada tempat yang kosong di sekitar tempat duduk kami, Hestia dan teman-teman pun terpisah dari tempat kami makan. Namun, tiba-tiba notifikasi BBm ku berbunyi. Ternyata ada undangan dari seseorang, setelah aku accept, dan aku lihat recent updates, ternyata ada fotonya Hestia, berarti itu BBm Hestia. Lalu kemudian ada pesan masuk ke BBm ku, “dra, habis makan bakso anter aku jalan-jalan yuk, kamu lagi ada waktu nggak?” antara terkejut dan senang, tapi ada sedikit tanya dalam hati ini, kenapa tiba-tiba Hestia mau ngajak aku jalan-jalan? tidak biasanya. Untuk menjawab rasa penasaranku itu, akupun membalas chat Hestia, “hmm, iya Hestia, boleh, emang mau kemana? kenapa nggak minta anter sama puji atau windy?”, “lagi pengen aja ditemenin kamu dra, boleh kan?” balas Hestia. Berdasarkan pengalaman panjangku mengamati tentang wanita, sepertinya Hestia sedang galau, makannya dia mengajak teman lelaki yang dekat dengannya untuk menemani dia main, hanya sekedar untuk menyenangkan perasaan dia aja. Mungkin itu hanya asumsi, tapi biasanya benar.
          Setelah selesai makan di kedai bakso, akhirnya aku meminta ijin kepada Cinta dan Ivan untuk pergi dengan Hestia. Sedikit lega juga karena aku tidak harus membonceng Cinta lagi, biarkan Ivan merasakan geplakan maut Cinta. Windy dan Puji pun pulang, sedangkan aku dan Hestia, ya... untuk pertama kalinya aku membonceng Hestia, ahhh... wangi aroma parfum nya menusuk hidungku, entah mimpi atau tidak, aku merasa saat ini aku sedang diatas angin. Andai Hestia menjadi milikku seutuhnya. “dra, kita main ke gantole aja yuk! mau nggak?” tanya Hestia, “gantole? aku belum pernah kesana Hestia, tapi boleh deh.. ayo kesana.” Sekitar 45 menit perjalanan dari kedai bakso, akhirnya aku dan Hestia pun sampai di gantole. Aku belum pernah ke tempat ini sebelumnya, tapi suasananya benar-benar sejuk, karena tempat ini berada di ketinggian yang dikelilingi oleh perkebunan teh, dan biasanya tempat ini khusus digunakan oleh para penggemar olahraga yang memicu adrenalin, yakni paralayang. Namun, tempat ini juga terbuka untuk umum, karena spot nya yang keren, kita bisa melihat view kota bogor dari sini, sangat indah sekali. Entah mengapa Hestia mengajakku kesini, tapi dalam keadaan seperti ini, aku tak peduli alasan apa, yang pasti aku saat ini bersama Hestia. Benar-benar cantik, aku tak bisa memalingkan pandanganku daripadanya.
          Namun seketika, aku terhenyak karena Hestia tiba-tiba memanggilku. Aku seperti layaknya seorang yang sedang melamun lalu kemudian dikagetkan. Ya begitulah, mungkin saat itu aku berada dalam mode antara melamun dan berharap.
          “dra!” sapa Hestia.
          “Mhhh...eh..iya Hes, ada apa?”
          “kamu kenapa sih dra? liatin aku sambil kayak orang ngelamun gitu? terpesona sama aku ya dra?” tanya Hestia bercanda.
          “mhh...enggak Hes, tapi.. iya deng, aku tersepona.. eh, terpesona maksudnya..duh, salah ngomong.” timpalku dengan agak sedikit salah tingkah.
          “hahaha....kamu lucu dra. Mau aku bawa pulang kerumah ahh, lumayan buat hiburan dirumah.”
          “emang aku boneka beruang Hes? tapi kalo mau dibawa pulang nggak apa-apa sih Hes, aku ikhlas... bawa aku Hes, bawa aku... haha..”
          “haha..Indra..Indra...” Hestia tertawa lepas, lalu kemudian perlahan mulai serius dan bertanya padaku “dra, kamu udah punya pacar?” tanya Hestia padaku.
          “eh, emang kenapa Hes? enggak, aku nggak punya. Dulu sempet punya sih, tapi.... ya begitulah.” jawabku dengan tidak terlalu membahas panjang lebar masalah pribadiku pada Hestia.
          “ooh, gitu ya... menurut kamu, ribet nggak sih pacaran itu? Ya.. kamu tau lah dra, kadang untuk membuat komitmen itu mudah, tapi persistence pada komitmen itu yang susah. Duh, maaf ya dra.. aku jadi curhat sama kamu nih..”
          “emhh, iya Hes, nggak apa-apa kok, santai aja kali. Kalo kamu mau curhat, curhat aja.. tapi aku nggak janji jadi problem solve yah Hes.. karena aku sendiri gagal dalam bercinta.. haha” candaku pada Hestia yang sedang serius.
          “hahaha....gagal dalam bercinta dra? kamu ada-ada aja.” balas Hestia sambil tertawa.
          “ahh Hestia, kamu yang aja-aja ada.. haha.” balasku kembali bercanda pada Hestia.
          “udahh ah dra, kamu bikin aku sakit perut, ketawa mulu. Pengen serius curhat nih. he...”
          “Oke Hes, silahkan! I’m listening...”
          “Aku udah mulai nggak nyaman sama pacarku dra, aku pengen putus dari dia. Aku pacaran sama dia udah 4 tahun, tapi belakangan ini, entah kenapa dia mulai cuek sama aku, udah nggak seperti dulu lagi. Mungkin karena aku yang kekanak kanakan atau karena aku yang mungkin selalu menuntut dia harus begini dan begitu, tapi itu demi kebaikan dia juga sih. Aku tau dia lebih dewasa, karena umur kita beda 3 tahun sama dia. Dan sekarang dia lagi semester akhir, dia kuliah di Bandung. Terpaksa kita harus LDR. Dan aku selalu optimis sama dia, meskipun kita LDR, tapi karena kita udah buat komitmen, ya aku nggak khawatir sama sekali, meski sebenernya dalam hati kecilku, aku sangat khawatir dra. Ditambah lagi, dia ada rencana lanjutin kuliahnya di luar negeri. Jadi, aku nggak tau harus tetap jalanin kisah ini apa enggak? dan yang membuat aku ragu sama dia, karena aku sempat mergokin di HP nya ada foto cewek lain, walaupun akhirnya aku luluh lagi karena penjelasannya. Dan aku juga cinta sama dia. Aku nggak mau kehilangan dia. Menurutmu gimana dra?”
          Aku sedikit terhanyut dalam cerita Hestia, dan entah kenapa, aku merasa terintimidasi dengan pacar Hestia secara tidak langsung. Karena bayanganku, pria ini emang bener-bener pria, pintar, tampan, dan... kaya.... damn! setelah lulus, dia mau kuliah lagi ke luar negeri. Aku keluar rumah aja kadang males, apalagi keluar negeri... ckck.. sungguh mengerikan pria ini. Tapi aku jadi penasaran siapa sosok pacar Hestia ini sebenarnya?
          “Dra! hello.....”
          “eh, iya Hes, gimana?” tanyaku dengan wajah agak linglung karena sebelumnya aku malah melamun.
          “kok malah diem sih? gimana itu pertanyaan aku?”
          “ooh iya hes, ya kalo menurutku sih wajar aja kalo kamu seperti itu, namanya juga LDR. Tapi kamu kan masih bisa komunikasi sama dia lewat BBm, voice chat, atau video call. Kamu juga bisa mengunjungi dia ke Bandung, dari sini ke Bandung paling cuma 2 jam kan Hes? jadi ya, bangun kepercayaan aja. Sayang lo, udah 4 tahun masa harus berakhir gitu aja?” walaupun sebenarnya dalam hati ini, aku berharap Hestia putus. Tapi aku berusaha untuk tidak terlalu nafsu dalam hal ini. Jika memang Hestia jodohku, toh nanti akan ada jalannya tanpa aku harus memaksakan kehendak.
          “iya sih dra, memang sebenarnya.................” obrolanpun tampak terasa berarti bagiku tiap menitnya, hingga aku sadari bahwa kita sudah berjam-jam mengobrol dengan asik. Langit sudah berubah menjadi hitam abu-abu, pertanda bahwa sebentar lagi akan hujan. Aku dan Hestia yang menyadari hal tersebut, segera bergegas untuk kembali pulang. Karena aku tidak membawa jas hujan, dan Hestia pun tidak memakai jaket tebal, mau tidak mau, jika ditengah perjalanan mulai turun hujan, kami harus berteduh.
          Sesaat setelah kami pergi dari Gantole, hujan pun turun dengan begitu derasnya. Kami berteduh di pinggir emperan toko yang kebetulan sedang tutup. Jadi kami bisa berteduh di depannya. Sudah hampir satu jam hujan tidak kunjung reda. Waktu juga sudah semakin sore. Aku khawatir kami pulang hingga larut malam. Udara juga semakin dingin. Hestia nampak kedinginan karena sebelum berteduh, kami sempat kehujanan dan membuat pakaian kami sedikit basah.
          Daripada menunggu hujan benar-benar reda, aku memutuskan untuk memberikan jaketku pada Hestia, karena Hestia terlihat sekali sangat kedinginan. Dengan kondisi agak gerimis, kamipun bergegas pulang, dan aku mengantarkan Hestia hingga tepat di depan rumahnya. Tidak banyak mengobrol atau berbincang, aku yang juga sudah sangat kedinginan memutuskan langsung pulang setelah mengantarkan Hestia. Terlihat seperti superhero yang sangat menghormati wanita dengan memberikan jaketnya, namun seketika sampai di rumah, aku tumbang. Demam pun tak dapat dihindari, namun ada hal yang membuatku bahagia saat itu. Hestia berterimakasih padaku lewat BBm dengan di akhiri emoticon hati. Ya...... mungkin aku masih bisa berharap! Sekedar jadi teman tapi mesra juga tidak apa-apa. Hati ini masih bisa tumbuh dengan adanya harapan darinya.......
***

         

Thursday, 28 June 2018

CARA MENGURUS SIM YANG HILANG 2018


Assalamualaikum sahabat whoopys! apa kabar? semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ya! aamiin! :)

Nah, kali ini mimin mau share seputar bagaimana cara mengurus SIM yang hilang. SIM (Surat Izin Mengemudi) merupakan hal yang sangat penting dan sangat wajib kita miliki ketika kita ingin berkendara di jalan raya, tanpa adanya SIM, maka kita dapat dikategorikan sebagai warga negara yang melanggar peraturan, karena seharusnya jika kita belum memiliki SIM maka kita tidak diperbolehkan untuk berkendara di jalan raya. Jika bersikeras, maka kita akan dikenakan sanksi oleh pihak berwenang, dalam hal ini adalah POLRI sebagai institusi penyelenggara administrasi SIM, dan kita nantinya akan dikenakan sanksi tilang, sesuai pasal pelanggaran yang ada pada Undang-Undang Lalulintas No. 22 Tahun 2009.

Merunut pada pengertian SIM (Surat Izin Mengemudi) berdasarkan PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN  2012 TENTANG SURAT IZIN MENGEMUDI, yaitu Pasal I (4) yaitu, "...tanda  bukti legitimasi   kompetensi,      alat   kontrol,   dan   data   forensik kepolisian   bagi seseorang  yang  telah  lulus  uji  pengetahuan, kemampuan, dan  keterampilan untuk   mengemudikan Ranmor di   jalan   sesuai  dengan persyaratan   yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sedangkan Pengemudi menurut ayat 6 adalah "...orang  yang  mengemudikan  Ranmor  di  Jalan  yang  telah memiliki SIM" Jadi, kalo kalian tidak punya SIM, ya jangan dulu mengemudi di jalan raya, karena sudah ada peraturannya, dan jika kalian sudah cukup umur, segeralah membuat SIM, bikinnya juga nggak ribet kok, yang penting kalian sudah bisa mengendarai kendaraan sesuai peraturan dan keselamatan jalan.

Karena begitu pentingnya SIM ini, maka tidak ada alasan untuk tidak membawa atau bahkan sampai kehilangan, karena jika kita tidak apik merawat SIM ini, maka akan ribet urusannya kalo sampe kena tilang sama Polisi. Tapi bagi kalian yang terlanjur kehilangan SIM, karena yang namanya musibah kan nggak ada yang tahu, terkadang kita sudah apik ngerawatnya, eh tetep aja ilang karena ketidaksengajaan, karena dompet jatuh, lupa nyimpen, ada yang nyuri dll.

Mungkin ketika SIM hilang, sebagian dari kalian berpikir, wah.. bakal ribet banget nih ngurusnya, harus ke kantor polisi lagi, harus tes lagi, belum kalo ada pungli dan lain-lain, ribet pokoknya. Tenang!! jangan dulu berpikir seperti itu, ngurus SIM hilang itu nggak seribet seperti yang kita bayangkan kok guys. Prosedurnya cukup mudah dan cepat, ditambah lagi sekarang Polri sudah semakin profesional, nggak ada unsur-unsur pungli, kalopun ada, silahkan langsung laporkan saja. Selain itu, hal yang perlu diingat adalah, jangan sekali-kali pake CALO! Asli, jangan pake yang ginian, karena bisa bikin dompet kalian bobol, dan nggak sepadan kalo kita yang ngurus sendiri. Mending kalian urus sendiri langsung. Selain lebih murah, juga kalian dapat pengalaman buat ngurus SIM yang kebetulan hilang.

Oke, berikut adalah cara mengurus SIM yang hilang tahun 2018. Sebenernya kalo mengacu kepada peraturan yang berlaku, di Pasal 255 PP 44/93 tentang peryaratan mengurus SIM hilang atau rusak sudah diatur, yaitu :

a. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter (medical check up);
b. Membawa surat laporan kehilangan SIM;
c. Pemohon membayar biaya formulir di Bank Internasional Indonesia (BII) atau
Bank Rakyat Indonesia (BRI);
d. Melakukan pengisian formulir permohonan;
e. Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sedangkan berdasarkan pengalaman mimin yang pernah mengurus SIM hilang ini, sebenernya cukup mudah kok, hampir sama prosedurnya dengan diatas, hal yang harus kalian lakukan adalah :

a. Membuat dulu surat kehilangan di polsek terdekat, bisa juga di polsek tempat kejadian perkara kehilangan. Caranya gimana? Silahkan kalian bilang langsung ke petugas piket atau jaga, lalu kalian akan diarahkan untuk membuat surat kehilangan, nanti kalian akan ditanya kronologi kejadian kehilangan, kalo ada berikan fotokopi SIM yang hilang, kalo nggak ada ya nggak apa-apa. Biayanya berapa? gratis tis!! kalo ada yang minta, bilang aja "bukannya gratis ya pak?" atau kalo bisa, setelah bikin, jangan bilang "berapa ya pak biayanya?" langsung aja bilang "Terimakasih pak!"..

b. Selanjutnya, kalian pergi ke Polres untuk mengurus kehilangan SIM, nanti kalian pergi ke bagian pelayanan SIM. Tapi kalo bisa, kalian fotokopi dulu KTP, yang asli juga dibawa, trus pergi aja langsung kebagian kesehatan, silahkan cari aja di lingkungan Polres, biasanya ada. Untuk biaya kesehatan ini Rp. 30.000. Nah, ketika mau cek kesehatan, nanti kalian diminta fotokopi KTP, kalo bisa sekalian lampirkan surat kehilangan, bilang aja mau ngurus SIM hilang.

c. Lalu, kalian pergi kebagian pelayanan SIM, trus berikan lampiran surat kehilangan, fotokopi KTP dan hasil cek kesehatan yang udah di berkas sama petugas kesehatannya ke bagian loket pendaftaran yang ada diluar (tergantung tempat juga), nanti kalian bakal dikasih akses buat masuk kedalem gedung, trus kasihin ke petugas yang ngurus SIM nya (nanti diarahkan). 

d. Kalo udah, kalian nanti bakal disuruh nunggu sebentar, kalo datanya cepet, paling cuma setengah jam atau 15 menit (tergantung antrian) kalian bakal dipanggil dan dikasih nomor antrian, nomor antriannya ini masuknya ke bagian perpanjangan.

e. Setelah itu, kalian akan dipanggil petugas pembayaran, nanti bayar disitu. Harganya berapa? berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 harga penerbitan SIM perpanjangan itu Rp.75.000. Jika sudah membayar, kalian harus menyerahkan berkas yang sudah diurus oleh pihak terkait untuk diberikan kepada loket atau begian entry data, nanti kalian akan disuruh ngisi format khusus di lembar biru. Kalo udah di isi, silahkan serahkan kembali ke bagian entry data tadi. Kalo udah, nanti kalian disuruh nunggu antrian.

f. Setelah menunggu, kalian akan dipanggil berdasarkan nomor antrian (biasanya nomor antrian perpanjangan bukan yang SIM baru), trus akan dilakukan pemotretan ulang. Setelah pemotretan, tinggal tunggu SIM jadi. beres deh.. :D *Tambahan : nanti ketika sudah jadi, kalian akan ditawari pake dompet SIM apa enggak, harganya Rp. 10.000, bentuknya kayak foto diatas. Jadi, setelah di total, biaya untuk mengurus SIM ini sekitar Rp. 115.000.

Segitu saja postingan kali ini, jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan di kolom komentar! :D dan jangan lupa jadilah pelopor keselamatan berkendara!




Saturday, 9 June 2018

CHORD TANPA TERGESA - JUICY LUICY

Hallo sahabat whoopys, kali ini mimin mau share chord lagu dari band juicy luicy yang judulnya "tanpa tergesa", lagunya enak banget, easy listening lah pokoknya. Bagi kalian yang sedang mencari chord gitar nya, kebetulan mimin habis ngulik chord nya, dan nyari-nyari chord yang kira-kira pas sama yang aslinya. Kalo ada chord yang salah dan kurang sesuai, mohon koreksinya ya guys! :)

So, check this out guys :


Chord Tanpa Tergesa by. Febri


Intro: Bmaj7 C#m7 Bmaj7 F#9

Bmaj7
Jaga dulu jarak kita

D#m7
jika tak ingin akhirnya

C#m7 F#9
kau menangis lagi


Bmaj7
jangan terlalu kau dekat

D#m7
jangan buat terikat

C#m7 F#9
coba kau rasakan lagi


D#m7 C#m7
mungkin kau dapat perannya

D#m7
tapi hanya sebagai

F#9
bayang bayangnya saja

====reef=====

Emaj7 F#9
jangan minta jatuh cinta

D#m7 G#m
luka lama ku juga belum reda

C#m7 F#9
beri dulu aku waktu untuk


Emaj7 B7
sembuh sendirinya

Emaj7 F#9
jangan minta jatuh cinta

D#m7 G#m
sakit sebelumnya masih kurasa

C#m7 F#9
beri waktu hingga aku mampu


Emaj7 Dmaj7 - F#9
lupakan semua


Bmaj7
jangan terlalu kau dekat

D#maj7
jangan buat terikat

C#m7 F#9
coba kau rasakan lagi


D#m7 C#m7
mungkin kau dapat perannya

D#maj7
tapi hanya sebagai

F#9
bayang bayangnya saja



Emaj7 F#9
jangan minta jatuh cinta

D#m7 G#m
luka lama ku juga belum reda

C#m7 F#9
beri dulu aku waktu untuk


Bmaj7 B7
sembuh sendirinya

Emaj7 F#9
jangan minta jatuh cinta

D#m7 G#m
sakit sebelumnya masih kurasa

C#m7 F#9
beri waktu hingga aku mampu


Emaj7 C#m7 D#m7 C#m7 D#m7 C#m7 D#m7 C#m7 F#9
lupakan semua....aa....ha...


Emaj7 F#9
jangan minta jatuh cinta

D#m7 G#m
luka lama ku juga belum reda

C#m7 F#9
beri dulu aku waktu untuk


Emaj7 B7
sembuh sendirinya

Emaj7 F#9
oooo bukan ku tak jatuh cinta

D#m7 G#m
lelah ulang kesalahan yang sama

C#m7 D#m7
kuingin kita jalani cinta

C#m7 F#9
kuingin kita jalani cinta

Bmaj7 C#m7 Bmaj7 C#m7
tanpa tergesa...........

Bmaj7....................................












Tuesday, 5 June 2018

NOVEL "SALAH JURUSAN" Bag. III


III
KAKU

          Angin berhembus dengan sangat lembut, seakan mengusap halus setiap helai rambut ini. Aku dan Hestia berada di tempat yang benar-benar pas. Tidak banyak polusi di tempat ini, jauh dari keramaian, berada di ketinggian, dan tentunya cuaca yang sangat cerah membuat semuanya tampak sempurna. Hanya berdua saja dengannya, aku merasa sangat bahagia. Seseorang yang tak kubayangkan dapat aku raih, ternyata sebegitu dekatnya denganku, hingga aku bisa mencium wangi parfumnya. Paras cantik yang menatap jauh kedepan tanpa keraguan, seolah menjadi tanda bahwa dia sangat kagum dengan apa yang dia lihat saat ini. Alam memang tidak pernah mengecewakan, bahkan aku tak pernah ragu tentang keindahannya yang selalu memanjakan mata. Tapi saat ini berbeda, bukan hanya aku yang merasa, tapi ada Hestia. Aku coba memandangnya dengan penuh rasa kagum, meski dia tidak sadar akan kekagumanku padanya. Dia tetap menatap kedepan tanpa merasa lelah. Sedikit senyum simpulnya benar-benar menggoda, seolah mengisyaratkan bahwa dia telah terhipnotis rayuan alam. Indahnya… mungkin ini saatnya aku membuang ketakutanku akan cinta.
          Moment saat ini benar-benar pas, apakah aku nyatakan saja kalo aku cinta pada Hestia? Meski terdengar bodoh, tapi… saat ini apakah ada alasan untuk Hestia menolakku? mungkin ada satu, bahwa dia tak mungkin denganku karena dia sudah memiliki kekasih. Tapi melihat sikapnya padaku, sepertinya tidak apa-apa jika aku biarkan rasa ini menjadi liar. Aku terlanjur cinta, biar saat ini aku yang mengalah, sampai saatnya tiba. Dia dan kekasihnya sudah tak sejalan lagi, dan aku jadi pria yang akan selalu ada untuk menemani hari-harinya. Ya… bersama! Tanpa ragu aku sedikit mendekat lagi kepada Hestia, aku raih tangan kirinya dengan lembut, aku pun menatap ke arah yang sama, menatap ke depan dengan harapan bahwa keindahan di depan sana akan meluluhkan hati. Tanpa diduga, ternyata dia membalas pegangan tanganku, seolah menjadi tanda bahwa dia juga suka padaku. Bahkan, dia memegang erat tanganku, meski dia tak menatapku, namun dengan senyum yang sedikit  melebar, aku tahu bahwa dia suka padaku.
          Aku coba memberanikan diri untuk menatapnya dan melancarkan rayuan mautku untuknya. “Hestia, coba tatap aku!”, “iya dra, ada apa?” sambil sedikit menyibakkan rambutnya yang terkena hembusan angin dengan senyuman manisnya. “mhhh, aku tidak tahu apa kamu merasakan hal yang sama, tapi jujur, aku… aku… “ tiba-tiba mulutku terasa kaku, entah apa yang aku lakukan, nyaliku menjadi sedikit ciut. Namun, Hestia tiba-tiba menyela pembicaraanku. “hei dra, kenapa? Kamu baik-baik aja kan? Nggak apa-apa kok, ungkapin aja.” Lagi-lagi Hestia bikin aku deg-deg an, sialan! Now or never! Akupun mencoba memberanikan diri untuk langsung bilang bahwa aku wo ai ni sama Hestia. Tapi baiknya nggak usah gombal dulu, takut jadi garing nantinya. Oke this is it. “Hestia, aku suka sama kamu!” OMG… apa yang barusan aku katakan? Seolah aku ingin menarik kembali kata-kataku barusan. Haduh.. tamat nih, kalo Hestia menolak aku, mungkin hubungan aku sama Hestia bakal jadi canggung. Namun setelah mendengar ucapanku tersebut, Hestia kembali tersenyum “dra, sebenarnya aku nyaman deket sama kamu, kamu selalu bikin aku tersenyum dan selalu bahagia. Hanya berada di dekat kamu, aku lupa akan masalah yang bikin aku bener-bener bete. Tapi, aku pastikan rasa suka kamu nggak akan bertepuk sebelah tangan kok dra.” “mhhh, nggak akan bertepuk sebelah tangan Hes? Maksudnya?”, “aku juga su…”
*
          “Indra Hadi Wijoyo!!,” “dra!! Woy dipanggil pak Beny tuh! sadar kampret!!” Ivan menegur sambil menepuk pundakku. “i..i..iya pak! Ada apa?” dengan wajah sedikit terkejut. “Kamu ngelamun aja!, jangan lupa catat siapa saja yang mau foto copy diktat ini, trus besok kamu bawa dan simpan kembali ke ruangan saya!”, “iya pak siap!!” Waduh, lamunanku akhirnya berujung anti-klimaks. Kampret bener ini pak Beny, ganggu aku lagi nembak Hestia. Kelaspun selesai, walau masih ada satu mata kuliah lagi jam satu nanti. Tapi ada waktu beberapa jam untuk istirahat dan kongkow bareng temen kelas.
          Waktu sudah menunjukkan pukul 12 lebih, kumandang adzan menandakan saatnya bagi kaum muslim untuk segera bergegas ke masjid untuk melaksanakan perintah-Nya. Berhubung ada jeda waktu istirahat sampai jam 1 nanti, tanpa pikir panjang aku pun pergi ke masjid untuk menunaikan shalat zuhur. Dalam perjalanan menuju ke masjid yang terletak di sebelah Fakultas Hukum, karena memang jarak antar masing-masing fakultas di kampusku berdekatan. Aku tak sengaja berpapasan dengan Windy, Puji dan Hestia. Kebetulan mereka juga sedang istirahat, dan nampaknya mereka ingin pergi ke kantin kampus. Entah mengapa, ketika aku melihat Hestia, cool mode on ku tiba-tiba aktif. Dengan berlagak agak sedikit parlente, kemeja terbuka, sambil sedikit memegangi jam tangan yang nggak terlalu mahal, ditambah hembusan angin sedikit menyibak rambutku yang lembut karena sebelumnya aku shampooan pake shampoo smooth, sedikit menambah karisma ku. Damn! sepertinya hal kayak gini bisa nambah sexappeal ku yang kadang aktif kadang enggak. Siapa tahu Hestia sedikit dapat merasakan bagaimana ketampanan yang aku paksakan ini. Namun tiba-tiba Windy dengan suara agak cempreng nya mendekatiku dan tiba-tiba mengibaskan rambutnya, yang mencolok mataku. “Hi Indra!”, sapa Windy dengan semangat. “woi Windy, itu rambut jangan di kibas ke wajahku napa? itu kecoa pada jatuh semua.”, “dih, gitu amat dra!” jawab Windy dengan agak sedikit kesal karena aku ejek. Tiba-tiba Puji dan Hestia pun ikut menghampiri untuk sekedar mengobrol sebentar denganku.
          “Hi dra!.” sapa Hestia. Tiba-tiba Puji yang sedikit agak kalem,  entah mengapa mendadak kena serangan paru-paru ganas dengan batuk-batuk berdahak nya, “ehemmm…uhukkk..huakkk…weeee…hrrkk”, Aku lihat seketika itu pipi Hestia tiba-tiba sedikit merona. Sepertinya memang dia ada rasa padaku, karena ketika Puji batuk-batuk, dan aku tahu itu hanya sengaja, Hestia agak salah tingkah. Namun, Hestia tidak dapat menyembunyikan salah tingkahnya itu padaku, karena aku tahu bagaimana seorang wanita ketika dia suka sama cowo, pasti dia akan salah tingkah ketika sedang dekat atau hanya sekedar ngobrol. Hal tersebut terasa ketika tiba-tiba untuk mengalihkan perhatian, dia menanyakan kabarku, “apa kabar dra?” tanya Hestia. Agar tidak terlihat canggung, akupun menjawab dengan nada ramah yang sedikit diatur, agar tetap terlihat keren. “aku baik-baik saja kok Hes, kalo kamu?”, tiba-tiba Windy yang menjawab, “aku nggak baik dra, aku lagi sakit”, lalu Puji tiba-tiba batuk lagi, “uhuk, uhuk... bentar ya guys, aku mau ke warung dulu, beli minum, kayaknya aku batuk beneran, serek nih tenggorokan, nanti kalian nyusul aja yah Hestia ama Windy!” nampaknya si Puji batuk beneran. Suruh siapa pura-pura batuk buat nyindirin dan bikin suasana jadi kaku kayak gini?. Setelah Puji pergi, Hestia pun menjawab pertanyaanku sebelumnya dengan senyum manisnya, “aku sehat kok dra, alhamdulilah.”, “alhamdulilah kalo kamu sehat hes, emhh.. eh, aku mau ke masjid dulu ya, mau shalat, soalnya jam 1 nanti ada jadwal, kalian mau ke masjid juga atau mau kemana nih?”, “enggak kok dra, aku mau ke kantin dulu, laper, belum makan nih.” jawab Hestia. “ooh yaudah kalo gitu, aku duluan ya”. Tiba-tiba sebelum kami saling pergi, Windy mengingatkanku tentang jadwal makan-makan bareng yang mereka rencanakan hari ini. “eh dra, jangan lupa hari ini sepulang kuliah kita makan-makan di rumahku ya, kalo kamu ada waktu.”, “ooh iya Win, Insha Allah nanti aku dateng.”
*
          Ahhh, suasana makan-makan tadi benar-benar membuatku sedikit mengenal Hestia. Terlihat dia seperti sosok perempuan pendiam nan manis, tapi jika sudah berkumpul dengan teman-teman nya, ternyata dia sosok yang berbeda 180 derajat, suka gosip dan agak centil. Tapi, apa mau dikata, meski sebenarnya aku tidak terlalu suka tipe wanita seperti itu, pesona Hestia bisa membuat hatiku luluh. Sepulang dari kumpul-kumpul dengan geng Hestia, aku janjian dengan Rivan dan Rega di salah satu kafe tempat aku dan teman-teman seperjuanganku ini sering berkumpul. Biasanya kami mengobrol seputar hal-hal yang produktif, tapi kebanyakan tidak produktif nya sih. Karena kesukaan kami sama, seperti olahraga dan bermusik, itulah hal-hal biasa yang membuat kita kompak dari dulu hingga sekarang. Dan setiap minggunya kami tidak pernah melewatkan untuk olahraga bersama atau sekedar nge-jam bareng di rumah Rega.
          Dalam sela-sela obrolan kami yang tidak begitu bermanfaat, tiba-tiba Rega mengeluarkan laptop nya untuk melanjutkan tugas kuliah nya.
          “ga, ngapain ngeluarin laptop?” tanyaku kepada Rega.
          “ahh, ini dra, besok tugas essai harus dikumpulin. Aku kebagian essai tentang supremasi hukum Indonesia.”
          “widih, anak hukum gaya nya...” sindir Rivan. “emang supremasi apaan ga?” tanya Rivan dengan rasa penasaran.
          “itu, kalo tanggal tua kau nggak punya uang, biasanya kau makan supremasi!” canda Rega.
          “apaan tuh ga? Supermie kali” jawabku sambil tertawa.
          Tiba-tiba ketika Rega sedang mengerjakan tugasnya, ada notifikasi jika Batrei laptop nya menipis, dan kebetulan Rega tidak membawa chargeran. “van, dra.. bawa charger laptop yang sama kayak punya ku nggak?” tanya Rega. “yaelah, kagak ada lah ga, Laptop mu merek Apel malang, kita-kita mah Cuma punya sumsang sama asyerr.” timpal Rivan dengan nada bercanda. Kemudian Rega mengeluarkan power bank dari tas nya, lalu menghubungkan power bank itu ke laptopnya. Akupun penasaran dengan tindakan yang dilakukan Rega tersebut, “ga, ngapain nyolokkin power bank? kan udah mau habis batre laptopmu” tanyaku penasaran. Lalu Rega pun menjawab, “ini dra, aku mau charge laptop pake power bank.” Mendengar ucapan Rega tersebut dengan ekspresi seriusnya, aku dan Rivan hanya hening terdiam sejenak dan berpikir dalam hati “hmmm... masa power bank bisa dipake nge-charge laptop? kalo HP pasti bisa, tapi laptop kan beda... apa aku yang nggak tahu kalo sebenernya laptop bisa di charge pake power bank ya?” untuk memastikan, Rivan mencoba bertanya kepada Rega, “ga, kau serius mau nge-charge laptop pake power bank? kagak bisa lah somplak! haha..”, dengan wajah polosnya Rega menjawab “ooh, nggak bisa ya? kirain aku Laptop bisa di charge pake power bank.. haha..”, “yaelah, mana bisa lah ga? yang ada, malah daya laptop mu yang habis, soalnya power bank nya yang ke charge.. haha” timpal ku sambil tertawa, padahal sebelumnya aku sempat berpikir bahwa hal tersebut mungkin dilakukan.
          Ditengah-tengah canda gurau dan hina kami, aku tidak sengaja melihat sosok yang tidak asing lagi, dan aku benar-benar mengenalnya. Dia masuk bersama seorang pria yang tidak aku kenal sebelumnya. Nampak dari kejauhan aku sudah bisa menebak nya ketika membuka pintu. Ya.. dia Hestia. Tiba-tiba tawa ceriaku ternoda oleh keadaan ini. Kenapa ada Hestia dengan seorang pria datang ke kafe ini? siapa dia? apakah mungkin dia pacar Hestia? Aku mencoba untuk menyembunyikan diri, akupun mengkondisikan teman-temanku agar tidak berisik, karena jika Hestia tahu aku sedang berada satu kafe dengannya, mungkin keadaannya akan sedikit kaku dan sedikit tegang (ya mungkin hanya berlaku untukku). Setelah aku tahu jika Hestia sedang berada di kafe ini, aku dan teman-teman ku segera pergi dengan alasan jika hari sudah mulai malam, dan Hestia pun tidak mengetahui keberadaanku.
***


Saturday, 12 May 2018

CERITANYA CERITA: KETAGIHAN NONTON THE WALKING DEAD



Assalamualaikum sobat whoopys! apa kabar? semoga kalian dalam keadaan sehat ya! Aamiin ^^

Kali ini mimin mau sharing nih seputar TV series amerika yang mimin lagi suka, yaitu The Walking Dead! :D sebenernya agak telah sih ngulas tentang serial ini. Mungkin bagi kalian yang udah pernah nonton dan jadi penggemar setia serial ini nggak akan begitu tertarik sama postingan mimin kali ini, he.. karena emang mimin telat banget  tahu ni series :( .. Sebenernya pertama kali mimin tahu itu tahun kemarin sih, waktu itu mimin coba download satu episode, karena penasaran aja, soalnya banyak orang-orang bilang kalo The Walking Dead rame, in a nutshell... mimin coba cari di google, karena mimin memang blank tentang The Walking Dead, mimin asal download aja sih, waktu itu sempet ketuker sama Fear The Walking Dead, kirain sama.. wkwk... 

Setelah mencari beberapa lama, akhirnya mimin nemu episode 1 season 1, trus mimin coba tonton.. ternyata agak monoton gitu, dan zombie nya keliatan kurang greget gimana gitu, maklum, mimin emang penggemar film zombie, tapi yang tipe-tipe kayak di Resident Evil, 28 Weeks Later atau World War Z gitu, udah terbiasa sama penampakan zombie dengan efek visual keren, bisa lari, dan serem..... tapi pas liat The Walking Dead untuk pertama kali,  mimin ngerasa kayak nggak nonton film zombie. Zombie nya kurang keren guys, cuma jalan, kayak kura-kura, paling kecepatannya 1 meter per/jam.. lu jalan cepet aja nggak akan ke uber sama tu zombie, wkwk... tapi karena mimin penggemar zombie sejati, ya mimin coba tonton sampe habis tu episode 1.. dan ternyata, not bad lah, alur ceritanya menarik. Tapi mimin nggak lanjutin download episode selanjutnya, karena emang lagi sibuk banget sama tugas kuliah, dan akhirnya udah lupa deh sama tuh serial TV, haha.... sampe beberapa bulan kemudian, berganti tahun ke 2018.....................

Disela-sela mengerjakan tesis, karena udah semester akhir, jadi agak banyak waktu luang, paling cuma fokus ngerjain tesis, daripada bosen.. mimin banyak download film, tapi waktu itu agak bosen sama film yang ada di laptop, akhirnya mimin coba minta ke saudara, siapa tahu ada film baru.. tapi ternyata, sodara mimin juga nggak ada film baru, ada juga The Walking Dead katanya, udah sampe season 8.. buset, disitu mimin kaget, udah sampe season 8 ternyata.. mimin dulu ngiranya cuma 1 atau 2 season aja. Daripada nggak ada, yaudah mimin minta file nya ke sodara mimin, size nya ternyata gede guys.. 1 season ada 16 episode dengan rata-rata durasi 44 menit sampe 1 jam, bayangin dah berapa giga. Karena HDD mimin dah merah, terpaksa deh cuma sampe season 4, lagian entah rame atau enggak nih film (kata mimin dalem ati).. kata sodara mimin "tonton aja dulu mas, seru nih.. nanti kalo mau, dikasih season lanjutannya".. akhirnya mimin coba tonton lah the walking dead pemberian sodara mimin, dari season awal, sampe season 4........... ternyata, parahh abiss rame nya, sampe ketagihan nonton, damn it! untuk pertama kalinya mimin nge-fans sama tv series amerika nih, good job AMC! Recommended deh.

Entah kenapa, dulu sempet agak kurang suka sama The Walking Dead, tapi skrng suka banget.. bahkan mimin nggak sabar nih nunggu season 9 nya. Asli keren. Bagi temen-temen yang suka film zombie atau pecinta zombie kayak mimin, patut ditonton ni film, yang nggak suka juga, coba deh tonton ni film... awal-awal mungkin agak aneh sih sama zombie nya, apalagi yang terbiasa kayak mimin, nonton Resident Evil, tipikal zombie nya agak beda, tapi kualitas sama visual effect nya keren kok (walaupun ada efek seperti darah yang keluar keliatan agak kasar editannya), bahkan di episode pertama season 1, ada zombie ngesot gitu dengan bagian pinggul sampe kaki musnah, alias cuma badan ama kepala trus ngesot di rumput.. wkwk, sumpah itu keren guys. 

Dan, kelebihan dari film ini yaitu pada alur ceritanya, belum ada yang menyajikan film zombie dibalut dengan drama yang bikin tegang, penasaran, menakutkan sekaligus seru...plot tiap episodenya nggak terduga dan kadang ada twist nya, kayak lo nebak adegan yang bakal terjadi, tapi kemudian patah, itu bener-bener bikin lo ketagihan nonton.. karena biasanya ketika kita nonton film kan pasti suka nebak-nebak (dalem hati) dan ketika tebakan lo bener, antara bangga dan agak gimana gitu, kurang terkesan... tapi ketika lo nebak, tapi diluar dugaan tebakan lo malah meleset 100%, itu yang bikin suatu film bikin kita geregetan dan penasaran sama alur selanjutnya. 

Tapi mimin nggak mau spoiler banyak nih, meski mimin yakin udah banyak yang nonton, tapi masih banyak juga yang mungkin ketika baca postingan mimin ini baru tahu tentang The Walking Dead, jadi mimin simpen ceritanya.. he.. buat yang baru tahu, please jangan searching tentang ceritanya yah, langsung download aja series nya, trus tonton.. karena kalo udah tahu ceritanya, nggak akan seru, dijamin!!!!! namun, buat kalian yang nggak terlalu suka sama adegan kekerasan atau ada darah-darahnya gitu, nggak disarankan nonton ini series sih, karena banyak adegan kekerasannya pas bunuh zombie, tapi minim adegan seks nya sih, nggak kayak yang onoh (baca: Game of Thrones) wkwk.. 

Walaupun banyak adegan kekerasannya, bunuh-bunuhan, banyak pesan moral nya juga, kayak bagaimana seharusnya sesama manusia bersikap, setiap nyawa itu berharga, buat apa permusuhan, trus gimana caranya kita supaya kekerasan tidak dibalas lagi sama kekerasan, pokoknya banyak deh... kalo lo pertama kali nonton dari season 1 - 8 di sekaligusin, percaya deh, bakal kecanduan kayak mimin...... pas beres nonton tiap seasonnya, serasa mimin ada di dunia penuh zombie gitu.. haha.. (agak bahaya sih, rasa empati bisa tiba-tiba ilang) jam tidur juga berkurang, soalnya susah berhenti.. tiap episode nya bikin penasaran. Makannya ni tv series setengah tahun sekali munculnya.. karena kalo tayang tiap minggu, kayaknya agak bahaya buat kesehatan jiwa yang nonton... soalnya kalo tiap minggu di tontonin tayangan penuh violence gitu, hati kita bisa "mati".. makannya ada jeda nya (mungkin..) he.. jadi pas nonton season ke season, ada tenggat waktu lama buat kita lupa sama adegannya..

Trus, ada lagi nih tv series yang masih afiliasi sama the walking dead, judulnya Fear The Walking Dead.. bedanya kalo The Walking Dead nyeritain pas virus dah menyebar, fear the walking dead nyeritain awal mulanya. Dan film ini juga seru guys.. skrng baru sampe season 4, dan tiap tokohnya saling terhubung gitu, kayak ada The Walking Dead x Fear The Walking Dead.. seru beud dah. Pokoknya buat pecinta zombie yang belum nonton, wajib nonton nih series.. atau yang baru mau nonton, silahkan coba nonton, pasti ketagihan... 

Mimin coba ceritain dikit synopsis singkatnya, the walking dead ini nyeritain tentang seorang sherif yang tertembak saat tugas, trus dilarikan ke rumah sakit, tiba-tiba pas bangun, rumah sakitnya dah rusak gitu, sepi... pas dia coba keluar, ternyata banyak mayat zombie, dia pun berkelana di kota itu buat nyari keluarganya, berjibaku ngelawan zombie.. ngebunuh zombie nya pake cara biasa, ditembak dikepala, tapi ternyata virus zombie ini udah menyebar dan semua orang dah terinfeksi, setiap yang mati pasti jadi zombie...... untuk cerita selanjutnya, silahkan tonton sendiri ya :D happy watching sahabat whoopys!

Iklan