Tuesday, 22 October 2019

[PUISI]



SEHELA NAFAS

Pandanganku tak pernah lepas darinya
Entah berapa kali tanganku menempel di dada
Ada peluh yang menetes tiap mengenangnya
Pikiranku terlalu diperas oleh wujud nyata penuh pesona

Seru! Seru! Aku berseru atas namanya
Pagi itu aku melihatnya dengan pipi merona
Imajiku menari liar dalam buaian kefanaan
Ku mengira dia membalas semua ekspektasiku

Anomali.. sungguh tak seperti biasa
Aku tahu sekelebat jawabannya
Tapi aku menolak kenyataan
Aku menghela nafas untuk kesekian kalinya

Bukan karenanya,
tapi perilakunya.

(Cianjur, 2016)

No comments:

Post a comment

Iklan