Tuesday, 22 October 2019

[PUISI]



MENARI DI TEPIAN BATAS NAFSU
Pesona lekuk tubuh indahmu membuat liurku mengalir.
Wajah nan ayu, kulit seputih susu,
seolah jadi lambaian surga di batas neraka.

Aku yang katanya alim seolah tersandra nafsu.
Bila sadar, aku segera lari ke langgar
sambil menengadahkan tangan meminta ampun.
Nyatanya benar kata orang, "ujian lelaki
adalah harta, tahta, wanita."

Meski abai pada dua diantaranya, namun
yang satunya seolah menancap lama
pada lamunan hingga aku seraya berkata,
"Sini! Dekaplah, dan menari bersamaku."

(Temanggung, 2019)

No comments:

Post a comment

Iklan