Saturday, 27 July 2019

PENGALAMAN TES SELEKSI DOSEN


Assalamualaikum sahabat whoopys! Mimin back, yeah! Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya! Aamiin! :)

Dalam postingan kali ini, saya ingin sharing pengalaman pribadi tentang seleksi penerimaan dosen yang beberapa kali pernah saya ikuti. Mungkin ada sebagian dari teman-teman yang juga sedang mencari informasi tentang hal ini. Jadi, saya akan coba berbagi kepada teman-teman semua yang mungkin dapat sedikit membantu untuk menambah informasi berkenaan dengan seleksi untuk menjadi tenaga edukatif (baca: dosen) di Universitas baik negeri maupun swasta. Adapun seleksi penerimaan yang pernah saya ikuti, diantaranya yaitu UPY (Universitas PGRI Yogyakarta), UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) dan UNPER (Universitas Perjuangan), Tasikmalaya.

1. UPY (Universitas PGRI Yogyakarta)

UPY merupakan PTS yang berada dibawah yayasan YP UPY yang menginduk PGRI secara nasional. UPY sendiri memiliki 5 fakultas dan program pasca sarjana, diantaranya: FKIP, Ekonomi, ilmu kesehatan, teknik, pertanian dan program pasca sarjana IPS. Kebetulan waktu itu saya melamar sebagai tenaga edukatif pada program studi PKn (sesuai dengan bidang keilmuan saya, yaitu pendidikan kewarganegaraan). Seperti umumnya informasi tentang penerimaan tenaga edukatif (open recruitmen) di lingkungan institusi pendidikan, saya mendapatkan kabar mengenai penerimaan ini melalui pamflet digital yang dikirim oleh teman saya lewat WA group, karena waktu itu saya baru saja lulus (fresh graduate), jadi saya mencoba untuk apply ke UPY, walaupun pada akhirnya, at the end of story saya tidak lolos, he..

Tapi tenang, saya akan berbagi kepada kalian yang kebetulan ingin melamar ke UPY juga, bagaimana tahapan-tahapan dan sistem seleksinya supaya kalian bisa berhasil dan belajar dari pengalaman kegagalan saya. Berikut beberapa tahapan yang harus kalian lalui dalam seleksi penerimaan tenaga edukatif di UPY:

a. Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi ini dilakukan secara online, jadi nanti berkas pra-syarat nya discan dan dikirim lewat e-mail. Berkas-berkas nya seperti surat lamaran (ditulis tangan lalu discan), pas foto berwarna terbaru, ijazah S1 dan S2, lalu sertifikat pendukung. Jika nanti sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi secara online, maka kalian nanti akan diintruksikan untuk membuat berkas lamaran fisik. Jadi, nanti kalian bikin surat lamaran seperti biasa untuk kemudian dikirim berkas fisiknya ke kampus langsung untuk mendapatkan kartu tes. Ketika sampai di kampus, nanti akan dichecklist oleh pihak panitia tes nya, jadi kalian harus hadir di kampus.Tips: kalo bisa nanti untuk pembuatan berkas fisiknya, kalian lampirkan sertifikat pendukung yang banyak, bisa sertifikat seminar nasional/internasional, sertifikat prestasi, artikel yang sudah di publish, sertifikat TOEFL dll. Pokoknya dilengkapi selengkap-lengkapnya.

b. Tes Tertulis
Nah, setelah kalian resmi dinyatakan lulus dalam tahapan administrasi, kalian nanti diharuskan untuk mengikuti tahapan berikutnya, yaitu tes tertulis. Silahkan siapkan alat tulis seperti pensil 2B, penghapus, serutan, dan pulpen. Oh iya, jangan lupa juga kartu peserta tes nya dibawa. Tes nya terbagi kedalam dua sesi, sesi pertama pengetahuan umum (SKD), kemudian dilanjut dengan kompetensi bidang. Seleksi Kompetensi Dasar ini sebenernya lebih mirip seperti TPA, ada tentang silogisme, padanan kata, logika, analogi, sinonim, antonim, tes kemampuan spasial, wawasan kebangsaan, deret angka, dll. Tapi yang harus kalian siapkan selain itu, yakni sejarah tentang PGRI, jangan sampe lupa. Kemudian untuk tes kompetensi bidang, ya sesuai dengan bidang kalian, jika  apply pada program yang berhubungan dengan pendidikan dan keguruan, maka soal-soal nya tidak  jauh tentang itu, seperti teori pembelajaran, metode, media, kurikulum, perundang-undangan dll. 

c. Tes Micro-Teaching dan Wawancara
Rangkaian akhir dari seleksi penerimaan dosen yang ada di UPY yaitu micro-teaching dan wawancara. Ketika nanti kalian dinyatakan lolos tes tertulis, maka kalian dapat langsung melaju ke tahapan ini. Jadi, untuk tahapan micro-teaching dan wawancara ini sebenarnya digabung, namun dilaksanakan terpisah (beda hari). Tahapan micro-teaching sendiri dikhususkan bagi mereka yang apply sebagai tenaga edukatif bidang pendidikan dan keguruan, jadi untuk jurusan lainnya, mungkin ada praktek atau sejenisnya, saya kurang begitu paham. Tapi saya akan menjelaskan mengikuti tahapan tes micro-teaching ini, karena saya melewati tahapan ini. 

Tes micro-teaching sebenarnya sama saja seperti kegiatan belajar mengajar biasa, bagi yang sudah terbiasa atau memiliki pengalaman mengajar di sekolah pasti tidak akan begitu kesulitan, namun bagi yang belum, sebenarnya mahasiswa FKIP sebelum melakukan PLP (Program Latihan Profesi) di Sekolah juga kan ada mata kuliah PLP1, salah satu assessment nya yaitu micro-teaching, sedangkan PLP2 nya mengajar di Sekolah selama 1 semester, jadi tidak akan ada masalah. Micro-teaching yang dilakukan melibatkan mahasiswa tingkat akhir, dan disaksikan langsung oleh pimpinan Prodi. Waktu yang diberikan hanya 15 menit. Silahkan siapkan RPP (Rencana Pembelajaran Perkuliahan) dan RPS (Rencana Pembelajaran Semester), media pembelajaran berupa slideshow dan materi yang akan disampaikan. Oh iya, berkaitan dengan materi, nanti yang menentukan pihak kampus, jadi RPP dan RPS disesuaikan dengan materi yang sudah diberikan. Jangan lupa tentang time management ketika mengajar, materi jangan terlalu panjang.

Selanjutnya adalah tes wawancara. Tes wawancara ini akan dilakukan secara bergantian sesuai urutan (bisa jadi urutan ini berdasarkan nilai tes sebelumnya atau diacak). Jadi nanti kalian akan dipanggil satu-satu ke ruangan khusus buat di interview oleh pihak kampus. Denah nya, ada 1 meja dan 2 orang interviewer yang berjajar di sisi kanan dan kiri. Ketika dipanggil, nanti kita diarahkan untuk ke meja yang sudah ditentukan dengan membawa berkas lamaran sebelumnya yang kita serahkan ke pihak panitia.

Nah, tahap interview ini yang menurut saya sangat-sangat penting, karena bisa jadi penentuan akhir buat kalian diterima atau tidaknya. Pertanyaan yang diajukan seperti profil diri, latar belakang keluarga, kenapa apply ke kampus tersebut, apa yang diketahui tentang kampus tersebut? Apa yang kamu ketahui tentang profesi dosen? Kemudian ada beberapa pertanyaan tentang first impression kalian ketika datang ke UPY, apa yang menurutmu harus dibenahi dan apa yang kurang? Penelitian yang pernah kalian lakukan, tema nya tentang apa? Berapa gaji yang diharapkan? Kemudian pertanyaan yang paling krusial adalah "siapkah kalian melanjutkan S3 meskipun nantinya harus menggunakan uang pribadi?" Jika bersedia, maka kita nantinya harus menandatangani pakta integritas, karena nanti yang lebih diutamakan adalah yang bersedia untuk lanjut S3, dan saya pribadi tidak tahu apakah pertanyaan tersebut berlaku juga dengan jurusan lain, karena untuk jurusan yang saya apply kebetulan sudah terakreditasi A, jadi ya butuh tenaga dosen yang bersedia melanjutkan kuliah agar akreditasi jurusan tidak turun dan tentunya agar lebih berkualitas, dan terakhir ditutup dengan penjelasan tentang lingkungan kerja, gaji yang akan diterima, tunjangan dan sebagainya. 

Tips: silahkan kalian mempersiapkan diri dan susun strategi dengan sebaik-baiknya agar bisa diterima, terutama komitmen kalian kepada pihak yayasan. Oh iya, formasi di UPY ini kebetulan dosen tetap yayasan, tetapi sayangnya tidak disebutkan formasi yang dibutuhkan berapa waktu itu. Mungkin itu saja sepenggal pengalaman saya melamar di UPY, tapi yang harus diingat, proses rekrutmen bisa sewaktu-waktu mengalami perubahan, tidak mesti seperti apa yang sudah saya ceritakan di atas.


2. UNY (Universitas Negeri Yogyakarta)

Lanjut ke pengalaman ke-2, yaitu seleksi penerimaan dosen di UNY. Setelah sebelumnya saya dinyatakan tidak lulus di UPY, beberapa minggu kemudian saya kembali mendapatkan informasi dari group WA kelas bahwasannya ada penerimaan dosen kontrak di UNY. Tanpa pikir panjang, akhirnya saya apply dan alhamdulilah bisa sampai tahap akhir, yakni wawancara, meskipun pada akhirnya kenyataan pahit kembali terulang, saya tidak lolos, he.

baik, langsung saja, tahapan yang harus kalian lewati ada 3, yaitu seleksi administrasi, tes, wawancara dan micro-teaching.


a. Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi dilakukan melalui website resmi UNY, kita upload berkas yang sudah discan seperti ijazah S1 dan S2, pas foto, serta sertifikat pendukung. Jika dinyatakan lulus, maka kita harus mencetak kartu peserta yang dikirim melalui e-mail/dicetak melalui website resmi.

b. Tes Berbasis Komputer
Tes yang digunakan dalam seleksi dosen kontrak UNY sepenuhnya menggunakan komputer. Rangkaian tes nya dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama TPA dan TBI, kemudian keesokan harinya tes kompetensi bidang. Tes TPA terdiri dari wawasan kebangsaan, antonim, sinonim, logika, analogi, silogisme, tes spasial, penalaran analitik, himpunan, dan lain sebagainya. Menurut saya, soal-soal yang di ujikan mirip-mirip soal Ujian Mandiri baik yang S1 maupun S2. Jadi, jika kalian ingin mencari latihan soal, cukup cari saja contoh soal SM UNY, karena tidak jauh berbeda. Kemudian untuk persiapannya, jangan lupa bawa kartu peserta dan KTP, karena di dalam nanti kita tidak diperbolehkan membawa alat tulis dan benda seperti jam tangan, dompet dll. Selanjutnya setelah menyelesaikan TPA, kita akan mengerjakan tes bahasa inggris (TBI), jadi tes TBI mengerjakan soal TOEFL yang terdiri dari listening, structure and written comprehension dan reading comprehension. Maka dari itu, silahkan teman-teman persiapkan sebaik mungkin dengan berlatih mengerjakan soal-soal TOEFL. Kemudian untuk hari ke-2, kita akan mengerjakan tes kompetensi bidang yang terdiri dari soal-soal yang berkaitan dengan posisi yang kita lamar, jika memilih posisi sebagai dosen PKn misalnya, maka soal yang muncul nanti berkaitan dengan PKn, tri dharma perguruan tinggi, beberapa tentang teori-teori pembelajaran dan bagaimana penerapannya di kelas jika menjadi dosen nanti. Semua soal dalam bentuk pilihan ganda.

c. Micro-Teaching dan Wawancara
Lanjut! Setelah kalian dinyatakan lulus pada tes sebelumnya, maka kalian bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu micro-teaching dan wawancara, keduanya dilakukan dalam sehari. Jadi, setelah kalian tes micro-teaching, langsung wawancara, dan dilakukan secara bergantian. Oh iya, untuk penentuan berapa jumlah yang bisa dinyatakan maju ke tahapan ini, rumusnya yaitu jumlah formasi dikali 3, jika formasi yang dibutuhkan 2, maka akan dikali 3, jadi ada 6 orang yang akan diambil untuk maju ke tahapan tes micro teaching dan wawancara. Jika hanya 1, berarti yang diambil 3. Kebetulan waktu itu saya urutan terakhir dari 6 peserta jika tidak salah, dan ketika saya amati, urutan tersebut menurut saya adalah perolehan skor tertinggi sampai yang terendah.

Jadi, ketika saya dinyatakan lulus dari tahapan awal, yaitu tes SKD, TBI dan SKB, kemudian mendapatkan urutan ke-6 saya tidak begitu berharap banyak, karena, meskipun nilai saya bagus ketika tes micro teaching dan wawancara, tetap saja hasilnya akan sulit untuk menyaingi peringkat 1 dan 2 ketika keseluruhan nilai diakumulasikan. Memang ketika saya mengerjakan tes hari pertama kurang maksimal karena ada beberapa kendala di jalan menuju kampus UNY, bahkan hampir terlambat sampai :( sedih sekali. Waktu itu ditengah perjalanan, ban motor saya bocor, padahal tes dilaksanakan pukul 8, sedangkan waktu tempuh dari rumah menuju UNY lebih kurang 2 jam. Setelah mencari-cari tukang tambal ban yang menghabiskan banyak waktu, selang beberapa saat, saya malah kena tilang polisi! Haduh, apes bener waktu itu, saya sempat berpikir buat tidak mengikuti tes, tapi saya berusaha untuk nothing to lose, lebih baik mencoba daripada tidak. Akhirnya saya putuskan untuk tetap berangkat walaupun terlambat, dan akhirnya sampai ke lokasi sekitar jam 8 kurang 5 menit, pas sekali ketika para peserta lain sudah mulai masuk ruangan. Menurut saya pribadi, sepertinya yang menyebabkan saya lolos ke tahapan micro teaching dan wawancara mungkin karena waktu mengerjakan SKB, saya lebih siap. Waduh, malah jadi curhat ini! maaf teman-teman, he...

Nah, tahapan micro-teaching ini seperti biasa, mengajar di dalam kelas, tapi yang berbeda yaitu, kita hanya dilihat oleh 2 orang perwakilan dari pihak prodi, jadi kita tidak mengajar di depan mahasiswa. Menurut saya, justru jika mengajar di depan dosen malah lebih menegangkan sih, walaupun sang dosen hanya bertindak seperti layaknya mahasiswa yang sedang dalam kegiatan perkuliahan, tapi jika kita salah menyampaikan materi atau tidak bisa menjawab pertanyaan, jatuhnya malah makin tegang. Tips: silahkan kalian siapkan perangkat perkuliahan seperti RPP, RPS dan berkas lamaran asli seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, karena nanti berkas tersebut akan diperiksa langsung oleh penguji.

Kemudian, setelah selesai melaksanakan micro teaching, kita langsung diperintahkan untuk menuju ruangan wawancara. Wawancara ini lumayan lama, bisa 30 menit lebih, tapi tenang guys! Pihak kampus menyediakan makanan ringan kok buat jaga-jaga ketika menunggu tetiba terasa lapar dan haus, he.

Wawancara sendiri dilakukan di dalam ruangan kelas dengan 1 meja dan 3 penguji. Pertanyaan wawancara seputar profil diri, latar belakang orang tua, penelitian yang telah dilakukan, apa yang kamu ketahui tentang tri dharma perguruan tinggi, apa itu dosen, siap lanjut S3 atau tidak, metode pembelajaran apa yang tepat untuk diterapkan di kelas jika kamu menjadi dosen nanti selain metode ceramah/lecturer dan diskusi kelompok, organisasi apa yang kamu ikuti, apa yang akan kamu lakukan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ketika sudah menjadi dosen, materi apa yang kita sampaikan ketika micro-teaching, kemudian ada dilemma moral tentang lingkungan kerja yang akan dihadapi nanti, apakah lebih cenderung suka bekerja sendiri atau kelompok (tapi nanti lebih diarahkan kepada problem solving). Tips: ketika wawancara, sebisa mungkin kalian jangan ragu dengan jawaban yang sudah kalian utarakan, jika salah menjawab, maka penguji akan dengan mudahnya mendikte kita dan justru akan mengarahkan kepada pertanyaan-pertanyaan lain yang "menjebak."

Yah, itulah pengalaman saya ketika melamar di UNY teman-teman. Jika kalian ingin melamar ke UNY juga, usahakan untuk optimal ya! Semoga berhasil :)


3. UNPER (Universitas Perjuangan)

Lanjut! Pengalaman selanjutnya adalah melamar ke UNPER Tasikmalaya, dan alhamdulilah saya diterima di kampus ini. Sekilas tentang UNPER: Jadi, UNPER ini adalah PTS yang dimiliki oleh yayasan UNSIL (Universitas Siliwangi). UNSIL sendiri saat ini sudah menjadi negeri, kemudian pihak yayasan membangun PTS baru, yakni UNPER yang berada bersebelahan dengan UNSIL. Kampus ini tergolong kampus baru, karena baru didirikan pada tahun 2014, dan baru meluluskan satu angkatan. Walaupun tergolong kampus baru, kampus ini sudah memiliki 5 fakultas, yakni FKIP, Pertanian, Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi. Adapun jumlah prodi yang ada saat ini berjumlah 10, yang mana pihak kampus akan menambah beberapa prodi baru pada tahun 2019 ini. Proses seleksi penerimaan tenaga edukatif pada kampus ini terdiri dari 3 tahap, yaitu seleksi administrasi, tes psikologi dan wawancara psikologi, dan pantukhir (penentuan akhir).

a. Seleksi Administrasi
seleksi administrasi dilakukan secara manual, yakni dengan mengirim berkas fisik melalui POS. Berkas yang harus dibuat yakni surat lamaran, fotocopy KTP, pas photo berwarna, surat keterangan sehat (jika ada), dan sertifikat pendukung. Setelah dinyatakan lulus, maka kita akan diberitahukan melalui surel dan telepon untuk mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu tes psikologi dan wawancara psikologi yang bertempat di hotel Vio Bandung.

b. Tes Psikologi dan Wawancara Psikologi

Tes ini dilakukan oleh tim psikologi dari UNPAD, dan prosesnya sama seperti tes psikologi untuk menyaring pegawai perusahaan. Tes nya berupa tes koran/kraeplin, menggambar pohon, menggambar sosok, membuat gambar dari bentuk absurd yang sudah ada sebelumnya (kita hanya meneruskan saja dan berimajinasi akan membuat gambar apa dari bentuk tersebut), tes ini biasanya disebut tes wartegg, kemudian lanjut tes kepribadian, membuat paragraf tentang "jika aku menjadi seorang dosen", dll. Tips: untuk tes psikologi ini, usahakan untuk dapat menggunakan waktu se-efektif mungkin, karena setiap sesi tes ada waktu nya. Setelah itu, tahap wawancara psikologis.

Pada tahapan ini sebenarnya sama saja seperti wawancara biasa, tapi lebih mengarah kepada bagaimana melihat potensi diri kita sebagai seorang dosen, karena di awal sudah diberitahukan jika menjadi dosen itu tidak mudah, penuh dengan tanggung jawab dan sebagainya. Tips: tes ini memakan waktu yang cukup lama, dari pagi hingga sore, jadi persiapkan fisik kalian. Kemudian, pelajari beberapa tes psikologi yang sudah saya sebutkan sebelumnya, banyak kok di google, lalu untuk tahapan wawancara, sebisa mungkin kalian tunjukkan antusiasme dan tekad untuk menjadi seorang dosen, silahkan ceritakan prestasi dan hal yang menonjol dalam diri kamu.

c. Pantukhir

Pantukhir (pantauan akhir) ini adalah akhir dari rangkaian seleksi. Pantukhir ini bukan seperti pantukhir untuk sekolah kedinasan atau kemiliteran, karena tidak ada tes fisik. Pantukhir ini hanya sebatas wawancara dari pihak yayasan untuk menentukan apakah kita layak menjadi tenaga pendidik di kampus tersebut. Pada tes wawancara ini, kita hanya ditanya seputar kesiapan, wawasan dan komitmen.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mungkin hanya itu saja yang bisa saya share kepada teman-teman, semoga pengalaman saya ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan tambahan informasi bagi teman-teman yang kebetulan ingin melamar menjadi dosen di ke-3 kampus tersebut, atau melamar ke Perguruan Tinggi lain. Pengalaman saya ini hanya gambaran umum saja, karena masing-masing Perguruan Tinggi memiliki sistem seleksi tersendiri.

Bagi yang sedang melamar dan belum memiliki kesempatan, jangan menyerah! Terus mencoba, cari informasi sebanyak mungkin berkenaan dengan rekrutmen/penerimaan dosen, perbanyak ikhtiar dan juga doa, karena ikhtiar yang disertai dengan doa adalah senjata paling ampuh agar apa yang kita cita-kan mendapat ridha dari Allah SWT.

Note: bagi yang memiliki pengalaman tes seleksi dosen di Perguruan Tinggi lain, boleh kirim tulisan kalian ke email berikut febri.pratama50@gmail.com. Tulisan yang sudah dikirimkan, nanti akan saya tampilkan di blog agar teman-teman yang sedang mencari informasi berkenaan dengan seleksi dosen dapat terbantu.

2 comments:

  1. Kak.. jika mau apply dosen tapi saya belum ada pengalaman mengajar dan di syarat itu ada pengalaman mengajar minimal 2 tahun.bagaimana ya kak?apakah saya tetap bisa melamar jadi dosen itu kah?selama ini saya bekerja sebagai karyawan swasta. Mohon masukannya kak. Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika memang pada persyaratan tertulis seperti itu ya pasti yg lebih diutamakan yang memiliki pengalaman biasanya.

      Delete

Iklan